Setup Menus in Admin Panel

Dunia vs Covid-19, Akankah Menemui Akhirnya di 2021?

Siapapun mungkin tak pernah menyangka jika tahun 2020 akan menjadi tahun yang begitu berat. Bukan saja bagi satu atau dua negara, ataupun bagi Indonesia saja, tetapi juga hampir seluruh negara di dunia. Semua bermula kala sebuah virus bernama corona virus diseases (Covid-19) datang. Akankah ini menemui akhirnya di 2021?

Setidaknya, lebih dari 200 negara di dunia terjangkit virus ini, dengan lebih dari 100 juta kasus melanda. Sontak, 2020 pun menjadi tahun yang suram. Segala kegiatan dibatasi, sekolah dan kantor dipindahkan ke rumah, ekonomi banyak negara bertumbangan. Lantas, akankah semua  ini berakhir di tahun 2021 ini?

Tak seorang pun bisa memastikan, bahkan para ahli. Ada yang menyebut kemungkinan dunia akan kembali ke keadaan normal pada 2021 terbuka lebar, namun dengan catatan vaksin sudah tersedia secara online dan lockdown ketat tetap diberlakukan.

Saat ini, ahli epidemiologi di seluruh dunia sedang menyusun proyeksi jangka pendek dan panjang sebagai ipaya untuk mengurangi penyebaran dan dampak Covid-19. Meskipun perkiraan yang datang bervariasi, namun semuanya sepakat bahwa virus ini akan tetap ada di masa depan, seperti halnya flu.

(Baca juga: 10 Bulan Berlalu, Ini 12 Negara dengan Nol Kasus Covid-19!)

Menurut CIDRAP (Center for Infectious Disease Research and Policy), berdasarkan tren dari delapan pandemi influenza global, aktivitas Covid-19 akan signifikan setidaknya selama 18-24 bulan ke depan, Tapi tentu saja skenario tersebut tetap hanya prediksi, mengingat sejauh ini pandemi Covid-19 belum mengikuti pola pandemi flu.

Sementara itu, beberapa ahli mengaku masih tidak bisa memprediksi ‘pergerakan’ Covid-19 di 2021. Rosalind Eggo, ahli penyakit menular di London School of Hygiene & Tropical Medicine seperti dikutip dari Nature, misalnya, mengaku belum benar-benar tahu apa yang akan terjadi.

Joseph Wu, ahli penyakit di Universitas Hong Kong, menyebut bahwa masa depan akan sangat bergantung pada seberapa banyak pencampuran sosial berlanjut, dan jenis pencegahan yang dilakukan. “Model dan bukti terbaru dari lockdown yang berhasil menunjukkan bahwa perubahan perilaku dapat mengurangi penyebaran COVID-19 jika dipatuhi, tetapi belum tentu semua orang mematuhinya,” katanya.

Vaksin SajaTidak Cukup

Bagaimana pun, dunia harus bertahan, sampai vaksin itu benar-benar datang. Kapan? Tak seorang pun bisa benar-benar menjawabnya. Tapi satu hal yang pasti, adalah tidak mungkin untuk memvaksinasi seluruh dunia hanya dalam hitungan bulan. “Bahkan jika beberapa vaksin tersedia, vaksin saja tidak akan cukup untuk kembali normal,” kata Anne-Claude Cremieux, pakar penyakit menular di rumah sakit Saint-Louis Paris.

Untuk bisa bertahan dari Covid-19, Moncef Slaoui, kepala ilmuwan program vaksinasi Operation Warp Speed AS, mengungkapkan, untuk mencapai herd immunity sekitar 70 persen populasi harus divaksinasi.  Sayangnya, level ini tidak mungkin dicapai sebelum Mei 2021. 

Hal yang sama diungkapkan Arnaud Fontanet, ahli epidemiologi di Institut Pasteur. Ia setuju bahwa normalitas dapat pulih setidaknya pada gusim gugur 2021, hanya jika 80 – 90 persen populasi divaksinasi. Bahkan jika pun vaksin berhasil, Fontanet mengatakan masih butuh upaya besar-besaran untuk mengatasi sentimen anti-vaksin di seluruh dunia. Terlebih, ada beberapa negara yang memperdebatkan kewajiban vaksinasi Covid-19.

Jadi, jika di tahun tahun 2020 kehidupan manusia telah banyak berubah akibat Covid-19, tahun 2021 ini mungkin belum akan banyak berubah, apalagi kembali normal seperti sedia kala. Kita masih akan terus perlu mencuci tangan, menjaga jarak sosial, hingga menggunakan masker dalam keseharian.

0 responses on "Dunia vs Covid-19, Akankah Menemui Akhirnya di 2021?"

Leave a Message

top
© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy